Senin, 04 Desember 2023
LINGKUNGAN BELAJAR ABAD -21 DAN TANTANGAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARANNYA
Lingkungan belajar abad -21 merupakan lingkungan belajar yang mendukung tercapainya keterampilan abad 21, yaitu keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, pemecahan masalah, dan literasi digital. Selain itu, lingkungan belajar abad 21 merupakan lingkungan belajar yang memanfaatkan teknologi, pembelajaran yang berpusat pada siswa, mendukung pembelajaran inklusif, dan menjunjung nilai-nilai budaya dan etika. Perangkat Teknologi yang dapat digunakan dalam pembelajaran abad -21 diantaranya perangkat lunak dan aplikasi yang dapat mendukung pembelajaran abad 21 yang dekat dengan teknologi yaitu seperti canva, power point, prezi, corel draw, photoshop, Ms. Word, Ms. Excel untuk mengembangkan kreativitas peserta didik. Aplikasi seperti Whatssapp, zoom, Gmeet, spotify juga dapat menjadi media komunikasi dalam proses belajar.Tantangan dalam menerapkan teknologi dalam pembelajaran di abad-21 adalah tersedianya koneksi internet yang stabil di seluruh daerah di Indonesia. adanya kesenjangan ini dapat dilihat pada peserta didik di kota lebih banyak bisa mengakses internet di mana saja, termasuk di rumah. Namun beberapa peserta didik yang tinggal di desa, tidak semuanya memiliki akses internet secara lebih luas di rumahnya. Mereka hanya bisa mengakses internet dengan memanfaatkan fasilitas wifi di sekolah/tempat publik di sekitarnya.
pada generasi post gen Z, beberapa tantangan dalam menerapkan teknologi dalam pembelajaran pada peserta didik post gen- z, antara lain :
a. Penguasaan guru pada teknologi terkini yang sering digunakan oleh peserta didik
b. Adanya kecenderungan pada peserta didik terlalu enjoy hidup sendiri, dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat.
c. Mengontrol emosi peserta didik, karena generasi alpha dikenal walaupun mereka cerdas, tapi psikis mereka mudah rapuh.
Maka untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh tenaga pendidik, diantaranta :
a. Guru perlu belajar gaya belajar yang ada pada setiap individu.
b. Guru perlu belajar teknologi tebaru yang sering digunakan peserta didik. Tujuannya adalah agar guru dapat mengimplementasikan teknologi terbaru dalam pembelajaran.
c. Guru perlu melakukan identifikasi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengelola emosi. Kemudian guru BK dapat melakukan intervensi berupa layanan yang dapat membantu peserta didik untuk mengelola emosinya.
d. Guru berusaha berkoordinasi dengan sekolah dan pihak terkait yang dapat membantu tersedianya akses teknologi yang merata bagi peserta didik dalam kepentingan pembelajaran.
Langganan:
Postingan (Atom)